Peserta Silaturahmi Nasional (Silatnas) PPDI dari Kabupaten Batang berjumlah 737 orang, menggunakan 15 Bus dengan koordinator Ketua PPDI Kabupaten Batang, H. Karnoto (Sekdes Kalipucang Kulon Kecamatan / Kab. Batang).
Terdapat beberapa tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Asisten 1 Pemerintah Daerah Kabupaten Batang, Wilopo; Ketua Pembina PPDI Kabupaten Batang, Edi Kristian; Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Batang, Toni; serta Ketua PPDI Kabupaten Batang, H. Karnoto.
Ketua PPDI Kabupaten Batang, Karnoto, saat dihubungi, menyatakan bahwa pihaknya saat ini ingin mengklarifikasi status kepegawaian para perangkat desa yang masih belum jelas.
"Jadi harus diperjelas dulu, apakah kami, para Perangkat Desa, masuk dalam golongan apa? Apakah kami ASN, PPPK, atau golongan lainnya?," ujarnya.
Karnoto juga menambahkan bahwa saat ini para perangkat desa sudah menerima gaji dari APBN. Namun, menurutnya, gaji tersebut seringkali diterima dengan jangka waktu yang tidak tetap, yaitu bisa tiga bulan sekali, enam bulan sekali, bahkan ada yang harus menunggu hingga 1 tahun lamanya.
"Ketidakjelasan status ini menyebabkan ketidakjelasan juga dalam penerimaan gaji," paparannya.
PPDI berkomitmen untuk berjuang memperjuangkan nasib anggota dan mencari kejelasan terkait status Perangkat Desa serta tunjangan kesejahteraan mereka.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga dibahas tentang Presiden yang merestui Masa Kerja Kepala Desa (Kades) selama 9 tahun. Hal ini disambut dengan senang oleh PPDI Kabupaten Batang karena kebijakan tersebut tidak merugikan mereka dan tidak menimbulkan masalah.
Tujuan utama PPDI adalah memperjuangkan kejelasan status Perangkat Desa yang telah melahirkan Undang-Undang Desa (UUD) dan mendapatkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 11 Tahun 2019 yang menyamakan perangkat desa dengan PNS dalam hal penggajian.
Dalam pesan kepada rekan-rekan PPDI, Karnoto berharap agar mereka tetap menjaga ketertiban dan kesopanan serta menjaga nama baik Kabupaten Batang, karena PPDI Batang selama ini telah dihormati oleh PPDI di seluruh Indonesia.
"Harapan kami PPDI Kabupaten Batang tetap semangat, jaga kesehatan, dan tetap bersatu demi memperjuangkan seluruh PPDI. Memperjuangkan kesejahteraan perangkat desa berupa kejelasan status dan tunjangan adalah tindakan mulia, mengingat perangkat desa merupakan ujung tombak pembangunan di desa dan berperan dalam melayani masyarakat,” ujar.
Kabupaten Batang memiliki potensi pembangunan yang sangat luar biasa, dengan adanya proyek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), dan Batang Industrial Park (BIP) yang akan mendorong kemajuan daerah tersebut. Diharapkan dengan upaya memperkuat status dan tunjangan para perangkat desa, ini akan berdampak positif pada kinerja mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Semoga para perangkat desa dari Batang yang menuju Jakarta dan kembali ke Batang dapat melalui perjalanan dengan lancar, sehat, dan tanpa gangguan apapun.

Add Comments