TNI dan Warga Bersatu, Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung di Paninggaran Pekalongan

Advertisemen


Pekalongan – Pemandangan menggetarkan hati tersaji di wilayah perbukitan Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan. Gotong royong antara TNI dan warga dalam pembangunan jembatan gantung menjadi bukti nyata kuatnya persatuan dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Domiyang dan Desa Winduaji ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol pengorbanan dan semangat gotong royong yang tak lekang oleh waktu.

Warga dari berbagai kalangan dan usia tampak turun langsung ke lokasi. Teriknya matahari tak menyurutkan semangat mereka untuk mewujudkan jembatan impian yang selama ini dinantikan. Bahkan, para ibu rumah tangga turut ambil bagian dengan mengangkat material seperti pasir dan batu, hingga membantu proses pengecoran pondasi bersama prajurit TNI.

Suasana kebersamaan begitu terasa. Tak ada sekat antara TNI dan masyarakat. Suara komando prajurit berpadu dengan canda tawa warga, menciptakan harmoni kerja yang jarang terlihat namun penuh makna.

Danramil 13/Paninggaran Kapten Infanteri Edi Suswanto mengaku bangga atas antusiasme warga. Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan.

“Semangat seperti inilah yang menjadi kekuatan utama kita. Dengan dukungan penuh warga, kami yakin pembangunan jembatan ini akan selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Jembatan gantung ini diharapkan tidak hanya menjadi penghubung antar desa, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan serta harapan baru bagi masyarakat di pelosok Paninggaran.

Kisah gotong royong ini menjadi gambaran nyata wajah Indonesia, di mana persatuan antara TNI dan rakyat mampu mewujudkan hal besar. 

Advertisemen